Memunculkan Kekuatan Terbesar Dalam Diri Manusia

17.30

Bicara tentang kekutan terbesar manusia mengingatkan tentang para pahlawan super yang sering nongol di film, mengisahkan seseorang yang dengan kemampuan luar biasa yang membela kaum yang lemah dan seterusnya............................ sampai kemudian menang, karena kebanyakan alurnya hampir mirip-mirip jadi membuat kita setengah hafal jalan cerita dari suatu film tertentu. Imaginasi dunia fiksinya sampai disini dulu agar tidak ngelantur kemana-mana ya sob.....
Dalam catatan kecil ini akan membahas tentang kekutan terbesar manusia dari sudut pandang yang lain, yang pasti bukan dari imaginasi seperti di atas..... Kebanyakan dari kita tidak pernah menyadari, atau mungkin malah mengabaikannya ketika sekilas mendengar tentang hal ini..... Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pahlawan super atau jagoan kebal senjata dan sejenisnya, akan tetapi tentang kesadaran kita sebagai manusia yang mampu menyadari dan merendahkan hati kita bahwa diri kita ini hanyalah seorang hamba yang tidak memiliki apa-apa kecuali atas pemberian Tuhan Yang Maha Esa, tidak akan mampu melakukan apapun kecuali karena ridho-Nya. Semakin merasa tidak berdaya maka sebenarnya akan semakin menguatkan diri kita, kuat dalam hal apa?? Hati kita, yang merupakan nahkoda yang sebenarnya dalam mengarungi lautan kehidupan agar tidak terdampar dan tersesat dalam ganasnya gelombang. Hati yang kuat adalah hati yang dipenuhi dengan cahaya ilahi keimanan sehingga mampu menghadapi semua bujuk rayu setan dan iblis. Hati yang tiada pernah takut kecuali hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa semata. Raga boleh lemah tapi jangan hati kita.
Lalu apa hubungannya hal itu dengan kekuatan paling besar yang dimiliki setiap manusia...??? Rumusnya kurang lebih seperti ini  
Kepasrahan tertinggi adalah ketika kita merasa bahwa tidak ada yang mampu menolong kita kecuali hanya Tuhan Yang Maha Esa, hal ini biasanya muncul ketika menghadapi suatu masalah yang sangat pelik dan mangalami keterpurukan yang sangat parah. Ketika semua sahabat, teman, kerabat dekat dan, orang tua sudah tak mampu lagi menyelesaikan semua permasalahan yang sedang menghimpit, ketika kita merasa sudah mentok tidak bisa berbuat apa-apa lagi.... pada saat itulah kita akan menangis dan menyadari betapa tak berdayanya kita dan orang-orang terdekat kita. Lantas kepada siapa lagi kita meminta pertolongan ketika semua orang sudak tak kuasa membantu?? Disinilah letak titik NOL manuasia. Titik balik dari semua bentuk kesombongan dan keangkuhan manusia. Titik balik dimana kita sadar dan mulai bangkit lagi membangun harapan dengan pondasi yang kokoh untuk hari esok. Karena di titik NOL ini kita merasa sangat kuat karena telah mengenal lebih dekat dan merasakan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan kita.
Ingatlah sobat ada dua hal yang dilakukan orang ketika mengalami keterpurukan. Yang pertama akan meratapi dan menyesali dengan kekecewaan yang mendalam mengapa semua itu terjadi dan menimpa dirinya. Yang Kedua mengambil hikmah pelajaran kehidupan yang terkandung didalamnya, sebagai bekal untuk bangun bangkit dan melangkah lagi dengan langkah yang lebih terarah.
Previous
Next Post »
JustForex